Jumat, 28 September 2012

Jangan Menolak Kritikan



Ada seorang yang sangat marah saat dirinya sedang dikeluarkan dari tempat dia bekerja. Orang itu bekerja selama sebulan sebelum dia mendapatkan teguran dari sang pimpinan menjelang hari pemecatannya. Orang itu berkata, “Mengapa saya dipecat sedangkan setiap harinya tidak ada orang yang menegur saya ataupun peringatan-peringatan lain yang ditujukan kepada saya?”
Kritikan ataupun teguran sebenarnya sangat penting bagi kita. Orang yang mau mendengarkan teguran/krtikan adalah orang yang mau dididik.Teguran merupakan sarana yang dipakai Tuhan untuk menghindarkan kita dari masalah yang besar bahkan masalah yang dapat mempermalukan kita dikemudian hari.
Bersyukurlah terhadap semua tguran yang orang lain berikan kepada kita. Itu adalah cara mereka untuk menyatakan kasihnya kepada kita. Bila kita ingin mendapatkan hidup yang lebih aik, maka kita harus mau dididik dan siap menerima banyak teguran.
Jangan marah ataupun menolak saat orang lain mengeluarkan kata-kata yang tidak enak bagi telinga kita. Jangan ada sakit hati atau kecewa karena bila kita menerimanya dengan senang hati maka kita akan menyadari bahwa semua kata-kata itu membangun.

tetapi siapa mengindahkan teguran, ia dihormati (Amsal 13:18)


Selasa, 25 September 2012

Dipangkas Oleh TUHAN


Pernahkah kita melihat seorang tukang kebun yang tidak pernah merawat kebunnya? Tentu tidak kan? Seornag tukang kebun pasti akan memelihara kebun mereka dengan baik. Membersihkan kebun mereka dari tanaman pengganggu bahkan memangkas setiap ranting yang ada.
Apa tujuan tukang kebun itu memangkas setiap ranting pohonnya? Untuk mendapatkan hasil kebun/buah yang baik, maka dia harus menebang setiap ranting yang tidak menghasilkan. Setiap ranting yang gagal berbuah atau tidak memiliki fungsi, maka akan dibuang.
Seperti itulah Tuhan memperlakukan kehidupan kita. Tuhan akan memangkas hal-hal atau sifat-sifat yang tidak berguna dalam kehidupan kita. Dipangkas itu sangat sakit. Kita akan protes kepada Tuhan karena Tuhan telah mengijinkan kita mengalami benyak hal yang menyakitkan.
Sebenarnya Tuhan sedang menumbuhkembangkan kita dengan baik. Tuhan ingin membuat kita berbuah dengan baik. Pada saat pencobaan itu tiba, kita hanya akan melihat hal buruk saja dan tidak mampu melihat maksud baik yang terkandung di dalamnya.
Belajarlah untuk berpikir positif dalam setiap masalah yang telah Tuhan ijinkan terjadi dalam kehidupan kita. Tuhan tidak pernah memberikan segala sesuatu yang hanya akan berakhir dengan sia-sia. Tuhan sudah meancangkan segala sesuatu dengan baik dan semua tu akan berakhir dengan berkat yang luar biasa.

Sebab sebelum musim buah, apabila waktu berbunga sudah berakhir, dan gugusan putik menjadi buah anggur yang hendak masak, maka TUHAN akan mengerat ranting-rantingnya dengan pisau pemangkas, dan menyisihkan carang-carangnya dengan memancungnya.

Yesaya 18:5


Senin, 24 September 2012

Lomba Puisi Tingkat SMP Kabupaten Toba Samosir


“HARAPANKU UNTUK ANAK INDONESIA”

Ketika  aku  melangkahkan  kakiku
Berjalan  keatas  bukit
Kutatap  alam  yang  indah 
Dihiasi  pelangi  dan  nyanyian  burung  yang  merdu
Kutatap  jauh  tak  tentu arah
Merenungi  masa  depan  ku  nanti
Masa  yang  penuh  rintangan
            Aku  sadar,  hidup  ini  penuh  perjuangan
            Kulihat  teman-teman  ku
            Yang  seharusnya  mengecap  pendidikan
            Harus  bekerja  keras demi  sesuap  nasi
Mereka  kehilangan  masa  kanak-kanaknya
Yang  indah  dan  masa  depan  mereka
Tetapi  hidup  terus  berjalan
Mereka  pun  tetap  bersyukur  kepada  Tuhan
Mereka  berharap  tangan-tangan  kasih
Yang  dapat  menyekolahkan  mereka
            Lalu…
            Akan  kah  aku bisa  mewujudkan 
            Mimpi  mereka..?
            Mengangkat  Indonesia  dari  kemiskinan
            Dan  juga  kebodohan…?
Aku  adalah  generasi  muda  Indonesia
Yang  percaya  kerja  kerasku  dalam  belajar
Menggali  potensi  diri 
Menghargai  waktu
Dengan  ijin-Mu
Aku  bisa  membangun  Indonesiaku
Bebas  dari  orang-orang  serakah
            Demi  mewujudkan  mimpi
            Sahabat-sahabat  kecilku 
Yang  saat ini tak seberuntung  diriku
Tuhan…  terima  kasih
Atas  karunia-Mu  kepada  ku
Ku  sujud  menyembah  di kaki-Mu
Ku  bersyukur  atas  segala  keagungan-Mu




                                                                                                 Karya:  Cici Astina Pasaribu
                                                                                                              Siswi SMPN. 4 Laguboti

Hanya Sejauh Doa




Pernahkah kita mengalami kesulitan ketika akan menghubungi seseorang? Saat ada masalah penting atau saat kita benar-benar membutuhkan pertolongan seseorang, kita pasti akan menghubungi mereka terlebih dahulu. Apabila posisi mereka ada di luar kota, maka akan membutuhkan waktu yang tidak sebentar untuk dapat menemui atau memberikan pertolongan kepada kita.
Tidak jarang kita akan merasa jengkel dengan situasi tersebut. Kita akan merasa putus asa bila tidak ada seorang pun yang dapat membantu atau mau mendengarkan keluhan kita. Hal ini dapat memberikan kesimpulan bahwa hidup kita benar-benar sendiri.
Orang yang beriman, pasti tidak akan putus asa. Orang beriman pasti tidak akan pernah merasa sendirian. Ada Bapa di surga yang mampu mendengarkan segala keluhan kita kapan pun kita butuhkan. Tidak ada jarak antara Bapa dan kita. Tuhan memang maha tinggi tetapi tidak maha jauh. Tuhan hanya sejauh doa.
Kapan pun kita perlukan, Tuhan selalu ada dan memberikan pertolongan lewat doa-doa yang kita panjatkan. Tidak perlu membutuhkan waktu yang lama untuk menghubungiNya. Tidak perlu merasa takut bahwa tidak ada respon dariNya.
Berdoalah. Tuhan mendengarkan setiap hati yang percaya penuh kepadaNya. Saat kita berdoa, kita sama halnya dengan melakukan aksi ilahi. Doa-doa itu naik ke langit dan Tuhan menjawabnya melalui berkat-berkatNya.

Tetaplah berdoa. 1 Tesalonika 5:17


Kamis, 20 September 2012

Jangan Cerewet



Apa reaksi kita saat berhadapan dengan orang yang cerewet? Berhadapan dengan orang yang banyak omong, bahkn semua omongannya itu tidak mermutu. Kita akan mengeluh dalam hati dan rasanya ingin kabur dari tempat itu. Oranga yang cerewet cenderung sangat cepat dalam berbicara dan lambat dalam bertindak.
Bagaimana dengan kita? Apakah kita termasuk manusia yang cerewet saat berdoa kepada Tuhan? Bersyukurlah bahwa kita memiliki Allah yang panjang sabar. Allah dengan senang hati mendengarkan setiap keluhan-keluhan kita. Saat orang lain tidak mau mendengrkan setiap keluhan kita, atau keluhan itu bersifat pribadi, datanglah pada Tuhan.
Tuhan menghendaki agar kita tidak hanya cerewet saat berdoa saja. Tuhan ingin kita juga berusaha dan bekerja keras untuk mengejar semua harapan kita. Jangan menjadi manusia “tong kosong nyaring bunyinya”. Kita memiliki Allah yang luar biasa, hendaknya kita juga memiliki kualitas hidup yang luar biasa.
Allah sudah menyiapkan masa depan dan berkat-berkat-Nya pada kita. Tuhan sudah memberikan semua itu pada kita. Yang menjadi permasalahannya adalah kita serngkali tidak menyadari hal itu dan kita tidak mempunyai usaha untuk mengambil semua berkat itu.
Saat seseorang ingin menanam buah, maka dia akan menaburkan bibit-bibit buah itu, memupuk, menyirami, dan memangkas cabang-cabang yang tidak menghasilkan. Kita tahu bahwa bibit-bibit yang ditabur itu sangat ringan dan tenaga yang kita keluarkan untuk menanam tidaklah banyak. Akan tetapi saat semua bibit-bibit itu tumbuh besar dan berbuah banyak, maka akan membutuhkan tenaga yang luar biasa unuk menuainya. Akan lebih berat saat menuai daripada menabur. Dibutuhkan kerja keras untuk menuai berkat-berkat yang dari Tuhan.
Jangan cerewet! Berusahalah dengan keras untuk mengambil berkat-berkatmu!

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)


RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
(RPP)

Sekolah                             :    SMP Negeri 4 Laguboti
Mata Pelajaran                  :    Pendidikan Agama Kristen
Kelas/Semester                  :    VII /
StandarKompetensi          :     Menjelaskan karya Allah dalam menciptakan, memelihara,  dan menyelamatkan manusia, serta seluruh ciptaan
Kompetensi Dasar          :       Menjelaskan makna manusia sebagai mahkota ciptaan Allah.
Indikator                           :     Menjelaskan makna manusia sebagai gambar dan rupa Allah
Alokasi Waktu                  :    2  jam pelajaran (1 X pertemuan)

1.      Tujuan Pembelajaran :
Selesainya pembelajaran ini peserta didik diharapkan dapat:
a.       mampu menjelaskan makna manusia sebagai gambar dan rupa Allah
b.      mampu menyatakan kasih dan anugrah Allah yang diterimanya kepada sesama
c.       mampu mengidentifikasi perilaku yang menunjukkan manusia sebagai gambar dan rupa Allah

2.      Karakter Siswa Yang di harapkan
-          Tekun
-          Percaya
3.      Materi Pembelajaran:
 -   Arti gambar dan rupa Allah
-          Manusia diberi mandat untuk berkarya
-          Contoh-contoh tindakan yang mencerminkan gambar dan rupa Allah

MANUSIA SEBAGAI GAMBAR DAN RUPA ALLAH
Uraian Materi
            Manusia diciptakan oleh Allah segambar dan serupa dengan Allah. Selain sebagai individu, manusia juga diciptakan sebagai makhluk sosial, sehingga ia tidak bisa hidup dalam kesendirian. Ia membutuhkan bantuan orang lain. Keluarga merupakan salah satu perwujudan hubungan sosial antara sesama manusia, yaitu laki-laki dan perempuan. Sifat-sifat manusia tersebut merupakan anugerah Allah kepada manusia untuk memiliki sifat-sifat ilahi, salah satunya adalah membedakan yang baik dan yang buruk.
            Selain itu, manusia juga diberi mandat untuk melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya sebagai makhluk ciptaan Tuhan yang sempurna, yaitu dengan menjaga, menggunakan, seerta mengelola bumi dan ciptaan yang lain. Tanggung jawab ini menandakan adanya hubungan khusus dan keterikatan antara Allah dan manusia yang diwujudkan dalam ketaatan akan perintah Tuhan dan kesadaran akan keberadaan Tuhan dalam kehidupannya.


4.      Metode : Ceramah, diskusi, peragaan
5.      Langkah-langkah Kegiatan Pembelajaran:

a.                                                             Pertemuan pertama
1)  Kegiatan Pendahuluan
-          Berdoa bersama yang dipimpin oleh peserta didik
-          Memotivasi peserta didik dengan menunjukkan gambar manusia
-          Menyampaikan materi yang akan dipelajari oleh peserta didik pada pertemuan pertama
2)      Kegiatan Inti
Eksplorasi
-          Guru memberikan penjelasan tentang arti gambar dan rupa Allah: manusia memiliki citra atau sifat-sifat Allah yang memiliki tanggung jawab untuk memelihara bumi beserta isinya seperti yang telah dimandatkan Allah kepada manusia
-          Membaca nats Alkitab Kejadian 1 : 26 ; Kejadian 2 : 15-25
Elaborasi
-          Peserta didik membuat kelompok kecil untuk mendiskusikan cara Allah menciptakan manusia, serta tanggung jawabnya kepada Allah.
-          Siswa mempresentasekan hasil diskusi kelompok
Konfirmasi
-          Guru bertanya jawab tentang hal-hal yang belum diketahui siswa
-          Memberikan motivasi kepada peserta didik yang kurang atau belum berpartisifasi aktif.
-          Guru dan siswa sama-sama menyimpulkan materi tentang manusia sebagai gambar dan rupa Allah
3)      Kegiatan penutup
-          Guru bertanya secara lisan pada peserta didik tentang materi yang telah disampaikan
-          Guru memberikan tugas kepada peserta didik untuk mendiskuskan kembali cara Allah menciptakan manusia serta tanggung jawabnya kepada Allah
-          Doa penutup yang dipimpin oleh peserta didik
6.      Sumber Belajar : Alkitab, Buku Teks, Siswa, Teks lagu, Gambar



 








                                                                                                           
7.      Penilaian:
a.                                                             Teknik: Tes lisan, penugasan
b.                                                            Bentuk Instrumen: Uraian
c.                                                             Soal:
1)      Jelaskan cara Allah menciptakan manusia!
2)      Apa bedanya antara manusia dengan ciptaan Allah yang lain?
3)      Apakah perbedaan antara ciptaan Allah dengan ciptaan manusia?
4)      Apakah ciri manusia sebagai gambar dan rupa Allah?
5)      Bagaimana seharusnya perilaku manusia yang dikatakan sebagai gambar dan rupa Allah?
6)      Temukan ayat-ayat dalam Alkitab yang mencerminkan tentang manusia sebagai gambar dan rupa Allah!


             Mengetahui                                                                           
Kepala SMP Negeri 4 Laguboti                                                        Guru Mata Pelajaran




Drs. Jungyungan Sibarani                                                                 Riston Lumban Gaol, S.Pd.K
NIP. 196209301989031002                                                             NIP. 198405292009031002


Rabu, 19 September 2012

Saatnya Mengalami Terobosan


Selama kita masih hidup,akan selalu ada masalah yang kita hadapi. Banyak jalan buntu yang mendesak pikiran kita untuk menyerah. Kita akan menjadi putus asa dan berdiam diri tanpa melakukan apapun.
Jadilah peribadi yang berbeda. Percayalah bahwa berkat-berkat Yesus itu seperti air yang mampu melewati celah terkecil sekalipun. Selalu ada mujizat bila kita tetap hidup dalam pengharapan.
Tuhan dapat memakai apa yang kita miliki dalam diri kita sebagai alatnya. Tuhan sudah memberikan talenta sesuai denganp0rsi masing-masing. Bila kita tidak berusaha dan selalu berdiam diri, maka kita akan semakin jauh dengan terobosan berkat Tuhan.
Bersyukurlah dengan apa yang kita miliki karena Tuhan memakai kita apa adanya. Jangan mendewakan kekuatan kita sehingga kita lupa bahwa Tuhan aalah pemilik hidup kita. Seberapa kuat diri kita, seberapa kayak diri kita, tetaplah hidup mati itu berada di tangan-Nya.
Serahkan segala yang kita miliki kepada Tuhan. Bawalah segala kekuatiran dihadapan Tuhan. Biarlah Tuhan yang berkuasa atas hidup kita, semakin kita berserah, semakin mengalir berkat-berkat Tuhan.

Jiwa kita terluput seperti burung dari jerat penangkap burung; jerat itu telah putus, dan kitapun terluput!

Mazmur 124:7